PDA

View Full Version : Cara menggunakan AVO meter/multitester


Pages : [1] 2 3

aboed_bae
19th May 2009, 17:49
Untuk pemula seperti saya.....

mudah-mudahan berguna, dan apabila artikel ini sudah pernah dibahas, silahkan dihapus aja bang momod.

1. AVO meter atau multitester.

mungkin bagi rekan-rekan teknisi sudah mengenal dengan istilah AVO meter, atau bisa juga kita sebut dengan multitester atau multimeter, kalo gak salah AVO meter itu singkatan dari AVO (Ampere Volt Ohm), yaitu alat untuk mengukur suatu arus atau tegangan yang memiliki satuan atau ukuran Ampere, Volt, dan Ohm. kalo belum kenal kita bisa melihat gambar di bawah ini.

http://forum-indoflasher.com/vbb/attachment.php?attachmentid=245750&stc=1&d=1242706005

gambar 1 : AVO meter/multitester/multimeter


http://forum-indoflasher.com/vbb/attachment.php?attachmentid=245752&stc=1&d=1242708295

gambar 2 : AVO meter bagian atas


http://forum-indoflasher.com/vbb/attachment.php?attachmentid=245753&stc=1&d=1242708295

gambar 3 : AVO meter bagian bawah


2. Bagian-bagian pada AVO meter.

Perhatikan pada gambar 3. terdapat 4 bagian kalibrasi yaitu Ohm (Ω), DCV (Direct Current Voltase), ACV (Alternatif Current Voltase), dan DCmA (Direct Current miliAmpere).

a. Ohm (Ω)

Biasanya untuk mengukur HP dalam keadaan tidak dialiri arus listrik baik dari baterai ataupun dari PS (Power Suplay) contohnya untuk mengukur jalur pada sircuit, apakah jalur tersebut ada yang putus atau tidak, atau mengukur mic, buzzer, vibra, dll. Namun bisa juga digunakan untuk mengukur besarnya hambatan pada sircuit/rangkaian, tentunya ketika dialiri arus listrik.

b. DCV (direct Curent Voltase).

Tegangan DC atau tegangan searah adalah tegangan yang berada pada kondisi satu arah saja ketika menghantarkan arus listrik pada sebuah rangkain yang memiliki kutub positif dan negatif. sumber tegangan DC antaralain Baterai dan Accu )aki). Biasanya pada HP untuk mengukur HP dalam kondisi terhubung dengan baterai atau PS (Power Suplay), yang sering kita gunakan biasanya pada kalibrasi 10 yaitu seperti pada gambar 3. yaitu untuk mengukur tegangan (V/Volt) yang nilainya dibwah 10 volt, sedangkan yang 2.5 biasa untuk mengukur Vcore dan VIO karena lebih akurat. meskipun pada kalibrasi 10 anda juga masih dapat membaca tegangan yang berada di bawah 2.5, dan yang 50 biasanya untuk mengukur Vled LCD HP tertentu yang nilainya lebih besar dari 10 volt. yang lain biasanya tidak digunakan dalam service HP.

c. ACV (Alternatif Current Voltase).

Tegangan AC atau tegangan bolak-balik adalah tegangan yang menghantarkan arus listrik secara dua arah, yaitu pada sisi fasa dan massa (ground), contoh tegangan AC adalah tegangan listrik rumah (220 V atau 110 V). Pada bagian ini sangat jarang digunakan dalam service HP.

d. DCmA (Direct Current miliAmpere).

Juga sangat jarang digunakan dalam sevice HP, kita abaikan saja biar tidak tambah bingung.


Yang akan dibahas kali ini yaitu hanya Ohm (Ω) dan DCV saja.

- Ohm (Ω)

Yang umum kita gunakan pada service HP yaitu pada kalibrasi x1 dan x10, namun sebelum anda menggunakannya baik pada kalibrasi x1 atau x10 untuk mengukur setiap kerusakan pada HP, sebaiknya anda standarkan dulu dengan cara menghubungkan probe merah (+) dengan probe hitam (-) dan jarum harus bergerak ke angka 0 (perhatikan pada gambar 2, tulisan atau angka-angka yang berwarna biru paling atas di sebelah kanan, ada angka 0), jika tidak pada angka 0 atau melebihinya, anda dapat memutar tombol diatas tulisan O Ω ADJ (perhatikan gambar 3), bisa diputar ke kiri atau ke kanan.
cara menggunakannya, jika anda menggunakan x1 Ω, nilai yang harus dibaca adalah angka 0 paling atas sebelah kanan lalu ke kiri 1, 2, 3, dst sampai 1k. jadi dengan menggunakan kalibrasi X1 Ω nilai maksimal yang dapat anda baca adalah 1 kilo ohm (1000 ohm), sedangkan jika anda menggunakan kalibrasi X10 Ω nilai maksimalnya yaitu 1 koli ohm dikalikan 10 atau sama dengan 10 kilo ohm.
X1 Ω dan X10 Ω umumnya digunakan untuk mengukur jalur dan fuse (jika jalur dan fuse tidak putus maka jarum harus menunjuk ke angka 0), speaker, mic, buzzer, vibra, dioda, dan transistor.
untuk R (resistor) yang nilainya lebih dari 10 kilo ohm anda harus menggunakan kalibrasi X1K Ω atau X10K Ω.
untuk C (capasitor) akan lebih baik jika anda mencabut dahulu C yang akan anda ukur dari PCB, umumnya C yang masih bagus ketika di ukur jarum akan bergerak menunjukkan nilai tertentu dan kembali lagi ke kiri, jika tidak kembali berarti C rusak.
Untuk mengukur Dioda yang dilepas dari rangkaiannya jarum hanya bergerak sat arah, jika probenya dibalik dan jarum masih bergerak, brati dioda bocor atau rusak.


-DCV (Direct Current Voltase)

Dengan kalibrasi 10 seperti yang anda lihat pada gambar 3, angka yang anda baca adalah pada baris 2 dari atas pada gambar 2. yaitu yang ada tulisan DCVA 0, 2, 4, 6, 8, 10. dan jika pengukuran jarum berada di antara angka 2 dan 4, berati kurang-lebihnya 3 volt. dan untuk meng-standarkan atau meng-0 kan anda tidak perlu menghubungkan probe nya, cukup dengan memutar saklar pada bagian bawah-tengah dengan obeng pipih (obeng min) lihat pada gambar 2 . untuk mengkur baterai HP yang pada umum nya 3.7 volt, anda harus memutar pada kalibrasi 10, dan probe hitam (-) anda hubungkan pada kutub negativ (-) baterai dan probe merah (+) anda hubungkan pada kutub positif (+) baterai, maka jarum akan menunjukkan mendekati angka 4, jika kurang dari 3.5 maka baterai tersebut rusak (suak).
untuk mengukur tegangan pada HP, terlebih dahulu HP yang akan anda ukur tegangannya dihubungkan dengan baterai atau PS (power suplay), lalu probe hitam dari AVO meter dapat anda hubungkan ke kutub negatif (-) kabel hitam dari PS (power suplay) dan tekan tombol on/off dari HP, terus ukur tegangan yang ingin anda ukur pada rangkaian HP dengan menggunakan kabel merah (+) dari AVO meter.

kurang lebihnya begitu cara menggunakan AVO meter.

mudah-mudahan ini dapat berguna bagi rekan-rekan teknisi.

apabila ada kekurangan mohon dikoreksi lagi dan silahkan ditambahkan.

salam :beer::beer:

mbahwongso
19th May 2009, 17:53
Mantap, trims infonya Bos

nardi_benjo
19th May 2009, 18:00
Numpang liat Boss. lumayan buat tambah pengetahuan bagi pemula spt sy. trims

aboed_bae
19th May 2009, 21:07
Numpang liat Boss. lumayan buat tambah pengetahuan bagi pemula spt sy. trims

yang mau liat2 juga monggo

eastcell
23rd May 2009, 22:58
pemula bgt nih....
tukang service biasanya bilang "short"
itu bagian mananya yg ditest yah??
kalo hp short effextnya apa ke hp?
thnks buat para master

ichal
23rd May 2009, 23:02
maksih bro, sangat bergunana.

jockye
24th May 2009, 00:25
ijin baca bos....seeeeeeeeepp ..ijo2 mluncur

aboed_bae
24th May 2009, 01:09
pemula bgt nih....
tukang service biasanya bilang "short"
itu bagian mananya yg ditest yah??
kalo hp short effextnya apa ke hp?
thnks buat para master

SHORT artinya pendek, istilah itu biasa digunakan dalam repair ponsel, yang mana maksudnya suatu ponsel mengalami hubungan singkat atau hubungan pendek (konslet), penyebabnya bisa bermacam-macam.
untuk mengetahuinya pada bagian ponsel, biasanya pertama kali yang dilakukan oleh para teknisi yaitu mengecek jalur pada conbat (connector batery) ponsel, adapun caranya probe merah (+) AVO meter dihubungkan pada kutub/jalur positif (+) conbat dan probe hitam (-) AVO meter dihubungkan pada kutub/jalur negatif (-) conbat dan lihat jarum pada AVO meter apabila jarum bergerak ke kanan mendekati angka 0 maka hp normal. setelah itu lakukan kebalikannya, probe merah (+) AVO meter hubungkan pada kutub/jalur negatif (-) conbat dan probe hitam (-) hubungkan pada kutub/jalur positif (+) conbat, dan lihat jarum pada AVO meter, apabila jarum bergerak ke kanan mendekati angka 0 maka hp dinyatakan short (konslet).

mohon koreksi apabila ada kesalahan

mudah-mudahan bermanfaat.

Mr Bows
24th May 2009, 01:26
Sekedar nambahin aja.....

Untuk Multitester Analog..... yg penunjuk nilainya pake jarum.....

Jika tombol pengatur nilai ditempatkan pada ukura X1 Ohm.....

maka multi multitester tersebut mengeluarkan tegangan 3,6 volt....

Yang bisa digunakan untuk mengukur komponen2 yg berhubungan dgn

User Interface.... Jika kedua probe ditempelkan dgn + - yg benar maka....

Jika led atau lampu dia akan menyala,,, jika vibra dia akan bergetar,,,, jika

speaker dia akan berbunyi....

Jadi inget waktu kursus dulu di ROXY :D:D:D:D:D:D

aboed_bae
24th May 2009, 02:47
pemula bgt nih....
tukang service biasanya bilang "short"
itu bagian mananya yg ditest yah??
kalo hp short effextnya apa ke hp?
thnks buat para master

tambahan lagi....tadi kelupaan
biasanya kalo ponsel short salah satu cirinya yaitu akan terasa hangat pada body ponsel, tapi tidak semuanya demikian, ada juga yang daya batu batrenya tidak tahan lama alias cepet abis karena hubungan singkat tersebut sehingga efeknya batu batre cepet menggelembung, atau bisa juga efeknya ya..... HP matot.

alif kadafi
24th May 2009, 06:15
tambahan lagi....tadi kelupaan
biasanya kalo ponsel short salah satu cirinya yaitu akan terasa hangat pada body ponsel, tapi tidak semuanya demikian, ada juga yang daya batu batrenya tidak tahan lama alias cepet abis karena hubungan singkat tersebut sehingga efeknya batu batre cepet menggelembung, atau bisa juga efeknya ya..... Hp matot.

nambah lagi dong bos

berguna ni untuk saya n makasih banyak ya

superior
24th May 2009, 08:44
maksih bro, sangat bergunana.

last_mohican
24th May 2009, 08:48
Mantap bosss ilmunya, ***** ya bosss

red_one
29th May 2009, 19:51
Untuk melakukan pekerjaan Elektronik, seperti memperbaiki peralatan dan menguji rangkaian elektronika selalu diperlukan alat ukur, karena dengan alat ukur dapat diketahui :
1. Besaran Arus listrik dalam satuan Ampere (A)
2. Besaran Tegangan listrik dalam satuan Volt (V)
3. Besaran Resistansi dalam satuan Ohm (a)
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur arus disebut Ampere meter, sedangkan alat ukur tegangan disebut Volt meter dan alat ukur resistansi disebut Ohm meter. Adapun alat ukur yang mempunyai kemampuan ketiga fungsi tersebut diatas biasa disebut AVO meter
AVO meter sangat penting fungsinya dalam setiap pekerjaan elektronika karena dapat membantu menyelesaikan pekerjaan dengan mudah dan cepat, Tetapi sebelum mempergunakannya, para pemakai harus mengenal terlebih dahulu jenis-jenis AVO meter dan bagaimana cara menggunakannya agar tidak terjadi salah pakai dan akan merusakkan AVO meter tersebut

Berdasarkan prinsip kerjanya ada dua jenis AVO meter yaitu :
1. AVO meter Digital
2. AVO meter Analog / Moving coil
Kedua jenis ini tentu saja berbeda satu dengan lainnya, tetapi ada beberapa kesamaan dalam hal operasionalnya, misal sumber tenaga yang dibutuhkan berupa baterai DC dan probe/kabel penyidik warna merah dan hitam. Pada AVO meter digital, hasil pengukuran dapat terbaca langsung berupa angka-angka (digit), sedangkan AVO meter analog tampilannya menggunakan pergerakan jarum untuk menunjukkan skala. Sehingga untuk memperoleh hasil ukur, harus dibaca berdasarkan range atau divisi. AVO meter analog lebih umum digunakan karena harganya lebih murah dari pada jenis AVO meter digital. Namun ada juga mereka yang memilih AVO meter analog karena kegemaran belaka

Bagian-bagian AVO meter Analog
AVO meter analog terdiri dari beberapa bagian

Mengukur Tegangan AC
1. Letakkan selector switch (saklar pemilih) pada posisi tegangan AC (V˜)
2. Pilihlah batas ukur (1, 3, 10, 30, 100 at au 300). Batas ukur yang dipilih harus yang sama atau lebih b esar dari tegangan yang akan diukur, Misalkan tegangan yang aka n diukur 220V, maka batas ukur yang harus dipilih adalah 300V.Tidak boleh memilih batas yang lebih kecil, karena jarum penu njuk akan bergerak melewati batas maksimum dan dapat merusak moving coil.
3. Sambungkan kabel probe pada sumber tegangan secara Pararel. Untuk tegagan AC kabel merah dan hit an dapat bebas disambungkan kepada sumber tegangan positif atau negative, karena tegangan AC tidak mempunyai polaritas
4. Bacalah papan skala sesuai dengan dimana jarum penunjuk berhenti. Cara yang paling tepat dalam membaca adalah secara tegak lurus dimana jarum harus tampak satu garis dengan bayangan jarum pada cermin pemantul, agar tidak terjadi kesalahan baca (parallax)

Cara Mengukur Arus DC
Cara mengukur arus agak berbeda dengan mengukur tegangan, dimana rangkaian untuk mengukur arus dipasang dengan cara serie dengan beban. Beban dapat berupa resistor, lampu atau lainnya.
1. Atur selector pada posisi Arus DC ( A=)
2. Atur posisi selector pada posisi batas ukur yang lebih tinggi dari arus yang akan diukur, batas ukur dapat dipilih yang paling tinggi agar tidak merusak meter. Pengaruh pemilihan batas ukur yang terlalu jauh dari arus yang akan diukur hanya mengakibatkan pembacaan yang kurang akurat
3. Hubungkan kabel secara seri dengan beban. Beban dapat diserie pada kabel negative atau pada kabel positif (sesuai gambar).
Apabila pemasangan kabel polaritasnya terbalik, maka meter akan bergerak kekiri.
4. Baca penunjukan arus pada papan skala arus DC (A=) sesuai posisi jarum.

red_one
29th May 2009, 19:56
Mengukur Resistansi

Gunanya mengukur resistansi adalah untuk mengetahui kondisi suatu komponen dalam keadaan rusak atau baik, serta untuk menentukan berapakah besar nilai Resistansinya.

Misalkan sebuah resistor mempunyai kode warna : coklat, hitam, merah dan toleransi emas artinya resistor tersebut mempunyai nilai resistansi sebesar 1000 ohm dengan toleransi 5%, maksudnya resistor tersebut masih dikatakan baik bila setelah diukur nilainya masih diantara +/- 5% dari 1000 ohm, atau antara 950 sampai 1050 ohm.


Cara mengukurnya sebagai berikut :

-
Atur selector switch pada posisi ohm
-
Pilih batas ukur (range) apakah : x1, x10, x100, atau x1000 (sesuaikan dengan nilai resistor)
-
Terlebih dahulu, hubung singkat kabel penyidik agar jarum meter bergerak kearah kekanan dan dapat diatur supaya menunjukkan pada skala maksimum dengan memutar tombol Zero Adjust, maksudnya agar pembacaan meter dapat / sesuai dengan skala dan range yang dipakai.
-
Mulailah mengukur resistor dengan menghubungkan kabel penyidik pada ke dua kaki resistor secara pararel, dengan mengabaikan warna kabel..

-
Baca papan skala sesuai dimana jarum meter berhenti, dan kalikan pembacaan dengan batas ukur. Misalnya jarum menunjukkan pada skala 10 dan batas ukur menggunakan x 100, maka nilai resistor tersebut adalam 1000 ohm.

red_one
29th May 2009, 19:59
AVO METER
AVO Meter atau sering disebut juga Multimeter, adalah alat yang dipergunakan untuk mengukur:
Mengukur Kuat arus
Mengukur tegangan AC
Mengukur tegangan DC
Mengukur Tahanan Listrik


Keterangan :
Meter korektor berguna untuk menyetel jarum AVO-meter ke arah nol, saat mau dipergunakan.
Range Selector Switch adalah saklar yang dapat diputar sesuai dengan kemampuan batas ukur yang dipergunakan. Saklar putar (range selesctor switch ini merupakan kunci utama bila kita menggunakan AVOmeter.
Terminal + dan –Com terminal dipergunakan untuk mengukur Ohm, AC Volt, DC Volt dan DC mA (yang berwarna merah untuk + dan warna hitam untuk -
Pointer (jarum Meter) adalah jarum meter adalh sebatang pelat yang bergerak kekanan dan kekiri yang menunjukkan besaran/nilai.
Mirror (cermin) sebagai batas antara Ommeter dengan Volt-Ampermeter.
Scale (skala) berfungsi sebagai skala pembacaan meter.
Zero Adjusment adalah pengatur/penepat jarum pada kedudukan nol ketika menggunakan Ohmmeter.
Angka-Angka Batas Ukur, adalah angka yang menunjukkan batas kemampuan alat ukur.
Kotak Meter, adalah Kotak/tempat meletakkan komponen-komponen AVOmeter.
Di sebelah kanan saklar terdapat tanda ACV (Alternating Current Volt), yaitu VOLTMETER untuk mengukur arus bolak-balik atau aliran tukar. Batas ukur ini dibagi atas, misal 0-10 V, 0 – 50 V, 0 – 250 V, 0 – 500 V, 0 – 1000 V.

Bagian atas saklar penunjuk diberi tanda OHM dan ini merupakan batas ukur OHMMETER yang dapat digunakan untuk mengukur nilai tahanan dan baik buruknya alat-alat dalam “pesawat”. Pada bagian ini terdapat batas ukur, yaitu misal : x1, x10, x100, x 1K, x 10K.

Di sebelah kiri dari saklar terdapat tanda DCV (DIRECT CURRENT VOLT) yang merupakan bagian dari VOLTMETER, yaitu bagian yang digunakan khusus untuk untuk mengukur tegangan listrik DC. Batas ukur DCV dibagi atas, misal 0-10 V, 0 – 50 V, 0 – 250 V, 0 – 500 V, 0 – 1000 V.
Pengukuran di bawah 10 Volt dipakai batas ukur 0 – 10 V.
Bila di atas 12 Volt dan di bawah 50 Volt dipergunakan batas ukur 0 – 50 V.
Jika di atas 50 Volt di bawah 250 Volt digunakan batas ukur 0 – 250 V.
Bila di atas 250V dibawah 500V digunakan batas ukur 500 Volt.
Bila lebih dari 500 V dan di bawah 1000V digunakan batas ukur 0 – 1000 V.
Jika lebih dari itu maka tidak boleh menggunakan Volt meter secara langsung.

Di bagian bawah saklar terdapat tanda DC mA yang berguna untuk mengukur besarnya kuat arus listrik.
Batas ukur dibagi atas, misal 0 – 0,25 mA, 0 – 25 mA, 0 – 500 mA. Bila menggunakan alat ukur ini pertama-tama letakkanlah saklar pada batas ukur yang terbesar/tertinggi, kemudian di bawahnya sehingga batas ukur yang digunakan selalu lebih tinggi dari arus yang kita ukur.

Catatan :
Setiap kali menggunakan AVO-meter harus memperhatikan batas ukur alat tersebut. Kemampuan alat ukur (kapasitas alat ukur) harus lebih besar daripada yang hendak di ukur. Kesalahan dalam pemakaian alat ukur AVO-meter dapat mengakibatkan kerusakan.
AC Voltmeter hanya boleh dipergunakan untuk mengukur AC Volt, jangan dipergunakan untuk mengukur DC Volt. Demikian juga sebaliknya. Ohmmeter tidak boleh dipergunakan untuk mengukur tegangan listrik baik DC maupun AC Volt karena dapat mengakibatkan rusaknya alat ukur tersebut. Jadi pemakaian alat ukur harus sesuai dengan fungsi alat ukur tersebut
Periksa jarum meter apakah sudah tepat pada angka0 pada skala DcmA, DCV atau ACV posisi jarum nol di bagian kiri dan skala Ohmmeter posisi jarum nol di bagian kanan.

3POLY
29th May 2009, 20:03
Untuk pemula seperti saya.....

mudah-mudahan berguna, dan apabila artikel ini sudah pernah dibahas, silahkan dihapus aja bang momod.

1. AVO meter atau multitester.

mungkin bagi rekan-rekan teknisi sudah mengenal dengan istilah AVO meter, atau bisa juga kita sebut dengan multitester atau multimeter, kalo gak salah AVO meter itu singkatan dari AVO (Ampere Volt Ohm), yaitu alat untuk mengukur suatu arus atau tegangan yang memiliki satuan atau ukuran Ampere, Volt, dan Ohm. kalo belum kenal kita bisa melihat gambar di bawah ini.

http://forum-indoflasher.com/vbb/attachment.php?attachmentid=245750&stc=1&d=1242706005

gambar 1 : AVO meter/multitester/multimeter


http://forum-indoflasher.com/vbb/attachment.php?attachmentid=245752&stc=1&d=1242708295

gambar 2 : AVO meter bagian atas


http://forum-indoflasher.com/vbb/attachment.php?attachmentid=245753&stc=1&d=1242708295

gambar 3 : AVO meter bagian bawah


2. Bagian-bagian pada AVO meter.

Perhatikan pada gambar 3. terdapat 4 bagian kalibrasi yaitu Ohm (Ω), DCV (Direct Current Voltase), ACV (Alternatif Current Voltase), dan DCmA (Direct Current miliAmpere).

a. Ohm (Ω)

Biasanya untuk mengukur HP dalam keadaan tidak dialiri arus listrik baik dari baterai ataupun dari PS (Power Suplay) contohnya untuk mengukur jalur pada sircuit, apakah jalur tersebut ada yang putus atau tidak, atau mengukur mic, buzzer, vibra, dll. Namun bisa juga digunakan untuk mengukur besarnya hambatan pada sircuit/rangkaian, tentunya ketika dialiri arus listrik.

b. DCV (direct Curent Voltase).

Tegangan DC atau tegangan searah adalah tegangan yang berada pada kondisi satu arah saja ketika menghantarkan arus listrik pada sebuah rangkain yang memiliki kutub positif dan negatif. sumber tegangan DC antaralain Baterai dan Accu )aki). Biasanya pada HP untuk mengukur HP dalam kondisi terhubung dengan baterai atau PS (Power Suplay), yang sering kita gunakan biasanya pada kalibrasi 10 yaitu seperti pada gambar 3. yaitu untuk mengukur tegangan (V/Volt) yang nilainya dibwah 10 volt, sedangkan yang 2.5 biasa untuk mengukur Vcore dan VIO karena lebih akurat. meskipun pada kalibrasi 10 anda juga masih dapat membaca tegangan yang berada di bawah 2.5, dan yang 50 biasanya untuk mengukur Vled LCD HP tertentu yang nilainya lebih besar dari 10 volt. yang lain biasanya tidak digunakan dalam service HP.

c. ACV (Alternatif Current Voltase).

Tegangan AC atau tegangan bolak-balik adalah tegangan yang menghantarkan arus listrik secara dua arah, yaitu pada sisi fasa dan massa (ground), contoh tegangan AC adalah tegangan listrik rumah (220 V atau 110 V). Pada bagian ini sangat jarang digunakan dalam service HP.

d. DCmA (Direct Current miliAmpere).

Juga sangat jarang digunakan dalam sevice HP, kita abaikan saja biar tidak tambah bingung.


Yang akan dibahas kali ini yaitu hanya Ohm (Ω) dan DCV saja.

- Ohm (Ω)

Yang umum kita gunakan pada service HP yaitu pada kalibrasi x1 dan x10, namun sebelum anda menggunakannya baik pada kalibrasi x1 atau x10 untuk mengukur setiap kerusakan pada HP, sebaiknya anda standarkan dulu dengan cara menghubungkan probe merah (+) dengan probe hitam (-) dan jarum harus bergerak ke angka 0 (perhatikan pada gambar 2, tulisan atau angka-angka yang berwarna biru paling atas di sebelah kanan, ada angka 0), jika tidak pada angka 0 atau melebihinya, anda dapat memutar tombol diatas tulisan O Ω ADJ (perhatikan gambar 3), bisa diputar ke kiri atau ke kanan.
cara menggunakannya, jika anda menggunakan x1 Ω, nilai yang harus dibaca adalah angka 0 paling atas sebelah kanan lalu ke kiri 1, 2, 3, dst sampai 1k. jadi dengan menggunakan kalibrasi X1 Ω nilai maksimal yang dapat anda baca adalah 1 kilo ohm (1000 ohm), sedangkan jika anda menggunakan kalibrasi X10 Ω nilai maksimalnya yaitu 1 koli ohm dikalikan 10 atau sama dengan 10 kilo ohm.
X1 Ω dan X10 Ω umumnya digunakan untuk mengukur jalur dan fuse (jika jalur dan fuse tidak putus maka jarum harus menunjuk ke angka 0), speaker, mic, buzzer, vibra, dioda, dan transistor.
untuk R (resistor) yang nilainya lebih dari 10 kilo ohm anda harus menggunakan kalibrasi X1K Ω atau X10K Ω.
untuk C (capasitor) akan lebih baik jika anda mencabut dahulu C yang akan anda ukur dari PCB, umumnya C yang masih bagus ketika di ukur jarum akan bergerak menunjukkan nilai tertentu dan kembali lagi ke kiri, jika tidak kembali berarti C rusak.
Untuk mengukur Dioda yang dilepas dari rangkaiannya jarum hanya bergerak sat arah, jika probenya dibalik dan jarum masih bergerak, brati dioda bocor atau rusak.


-DCV (Direct Current Voltase)

Dengan kalibrasi 10 seperti yang anda lihat pada gambar 3, angka yang anda baca adalah pada baris 2 dari atas pada gambar 2. yaitu yang ada tulisan DCVA 0, 2, 4, 6, 8, 10. dan jika pengukuran jarum berada di antara angka 2 dan 4, berati kurang-lebihnya 3 volt. dan untuk meng-standarkan atau meng-0 kan anda tidak perlu menghubungkan probe nya, cukup dengan memutar saklar pada bagian bawah-tengah dengan obeng pipih (obeng min) lihat pada gambar 2 . untuk mengkur baterai HP yang pada umum nya 3.7 volt, anda harus memutar pada kalibrasi 10, dan probe hitam (-) anda hubungkan pada kutub negativ (-) baterai dan probe merah (+) anda hubungkan pada kutub positif (+) baterai, maka jarum akan menunjukkan mendekati angka 4, jika kurang dari 3.5 maka baterai tersebut rusak (suak).
untuk mengukur tegangan pada HP, terlebih dahulu HP yang akan anda ukur tegangannya dihubungkan dengan baterai atau PS (power suplay), lalu probe hitam dari AVO meter dapat anda hubungkan ke kutub negatif (-) kabel hitam dari PS (power suplay) dan tekan tombol on/off dari HP, terus ukur tegangan yang ingin anda ukur pada rangkaian HP dengan menggunakan kabel merah (+) dari AVO meter.

kurang lebihnya begitu cara menggunakan AVO meter.

mudah-mudahan ini dapat berguna bagi rekan-rekan teknisi.

apabila ada kekurangan mohon dikoreksi lagi dan silahkan ditambahkan.

salam :beer::beer:


yang saya tandain merah juga berarti bos,
untuk mengukur kekuatan arus
con: hp batt drop bisa jkita cek batrenya dulu sbelum kemesin
lo cuma di cek pakai dcv maka yang keluar adalah tegangannya bukan kuat arusnya lebih enaknya langsung contoh aja: ambil batt yg bagus dan drop keadaan ke2 batt tersebut penuh, nanti keliatan disitu batt yg drop nilai ampernya rendah dan yg bagus akan tinggi, lo kita pindahkan ke dcv maka nilainya sama +/- 3,7V

salam

hendra dw
29th May 2009, 20:19
thank ya om..!
ilmunya bermanfaat banget.

aboed_bae
29th May 2009, 22:20
wah......asik nih banyak yang nambahin, thanx yang udah pada nambahin, berguna juga bagi saya....

salam sejahtera......

red_one
29th May 2009, 23:57
RESISTOR
Hambatan atau resistor adalah komponen listrik yang berfungsi sebagai penahan/rem arus listrik. Walaupun hambatan ini dapat meneruskan arus listrik namun tidak dengan begitu saja arus listrik dapat melintasi hambatan. Karena bahan untuk membuat hambatan itu sendiri terdiri dari bahan yang sulit menghantarkan arus listrik, maka arus listrik itu tidak mungkin dapat melaluinya tanpa mendapatkan rintangan atau hambatan.
Bentuk pisik hambatan ada bermacam-macam. Ada yang berbentuk kotak dan ada pula yang berbentuk silinder. Besar kecilnya hambatan ini tergantung dari kemampuannya dalam menahan panas (daya), semakin besar panas yang mampu diterima semakin besar pula bentuk pelawannya. Biasanya kemampuan dari pelawan menerima panas dari arus listrik di nyatakan dalam W (watt). Huruf W ini tercetak pada badan resistor yang harganya disebutkan tidak dengan menggunakan kode warna.
Untuk menentukan nilai dari hambatan ada dua macam, yaitu pada badannya ditulis dengan angka langsung, dan menggunakan kode warna. Pada dua buah ujung yang berlawanan pada hambatan dipasang dua buah kawat yang tidak saling berhubungan. Kawat ini berfungsi untuk menem*pelkan diri dengan komponen listrik maupun komponen elektronika dalam suatu rangkaian elektronika, dan kawat ini disebut terminal.
Di antara kedua terminal pelawan dapat terjadi tegangan apabila padanya dialiri arus listrik. Besarnya tegangan ini dapat dicari dengan menggunakan hukum Ohm.
Ada dua macam hambatan yang sesuai dengan fungsinya, yaitu hambatan tetap dan hambatan Variabel. Pelawan tetap adalah hambatan yang mempunyai nilai hambatan tetap. Sedangkan yang dimaksud hambatan variabel adalah hambatan yang nilai hambatannya dapat diatur.
Hambatan variabel ada beberapa macam, yaitu NTC, LDR, VDR, Trimpot dan potensiometer. Semua hambatan tersebut selain potensiometer mem punyai dua buah terminal, sedangkan potensiometer sendiri mempunyai tiga buah terminal.
NTC adalah singkatan dari Negative Temperature Coefisien. NTC im mempunyai nilai hambatan yang dipengaruhi oleb suhu (temperatur) disekitarnya. Apabila suhu disekitarnya naik, maka harga hambatannya turun dan bila suhu disekitarnya turun harga hambatannya naik. Panas di sini yang dimaksudkan adalah panas yang disebabkan oleh ber tambahnya arus yang mengalir pada hambatan. Dengan sifat yang dimiliki nya, NTC dapat berfungsi sebagai pelindung komponen elektronika dalam rangkaian.
LDR, singkatan dari Light Depending Resistor. LDR ini mempunya harga hambatan yang dipengaruhi oleh cahaya (sinan) disekitarnya. Pada saat cahaya kuat (siang hari) harga hem batan besar, dan pada saat tidal ada cahaya (malam hari) harga hambatannya rendah. LDR ini biasa dipakai untuk sakiar otomatik pada lampu jalan dan lampu taman
VDR., singkatan dari Voltage Depending Resistor. VDR ini mempi nyai harga hambatan tergantung dari tegangan yang terjadi padanya Pada seat tegangan yang diberikan besar, maka harga hambatnnya kecil, dan pada saat tegangan turun harga hambatannya naik juga. Fungs VDR ini sama dengan NTC, hanya penyebab perubahan harga hambatannya yang berbeda.
Trimpot, singkatan dari timmer potensiometer. Trimpot ini berfung si untuk merubah hambatan yang jumlahnya kecil.
Potensiometer, adalah hambatan variabel yang dapat mengubah harga hambatan untuk jumlah yang besar.

aboed_bae
30th May 2009, 01:53
RESISTOR
Hambatan atau resistor adalah komponen listrik yang berfungsi sebagai penahan/rem arus listrik. Walaupun hambatan ini dapat meneruskan arus listrik namun tidak dengan begitu saja arus listrik dapat melintasi hambatan. Karena bahan untuk membuat hambatan itu sendiri terdiri dari bahan yang sulit menghantarkan arus listrik, maka arus listrik itu tidak mungkin dapat melaluinya tanpa mendapatkan rintangan atau hambatan.
Bentuk pisik hambatan ada bermacam-macam. Ada yang berbentuk kotak dan ada pula yang berbentuk silinder. Besar kecilnya hambatan ini tergantung dari kemampuannya dalam menahan panas (daya), semakin besar panas yang mampu diterima semakin besar pula bentuk pelawannya. Biasanya kemampuan dari pelawan menerima panas dari arus listrik di nyatakan dalam W (watt). Huruf W ini tercetak pada badan resistor yang harganya disebutkan tidak dengan menggunakan kode warna.
Untuk menentukan nilai dari hambatan ada dua macam, yaitu pada badannya ditulis dengan angka langsung, dan menggunakan kode warna. Pada dua buah ujung yang berlawanan pada hambatan dipasang dua buah kawat yang tidak saling berhubungan. Kawat ini berfungsi untuk menem*pelkan diri dengan komponen listrik maupun komponen elektronika dalam suatu rangkaian elektronika, dan kawat ini disebut terminal.
Di antara kedua terminal pelawan dapat terjadi tegangan apabila padanya dialiri arus listrik. Besarnya tegangan ini dapat dicari dengan menggunakan hukum Ohm.
Ada dua macam hambatan yang sesuai dengan fungsinya, yaitu hambatan tetap dan hambatan Variabel. Pelawan tetap adalah hambatan yang mempunyai nilai hambatan tetap. Sedangkan yang dimaksud hambatan variabel adalah hambatan yang nilai hambatannya dapat diatur.
Hambatan variabel ada beberapa macam, yaitu NTC, LDR, VDR, Trimpot dan potensiometer. Semua hambatan tersebut selain potensiometer mem punyai dua buah terminal, sedangkan potensiometer sendiri mempunyai tiga buah terminal.
NTC adalah singkatan dari Negative Temperature Coefisien. NTC im mempunyai nilai hambatan yang dipengaruhi oleb suhu (temperatur) disekitarnya. Apabila suhu disekitarnya naik, maka harga hambatannya turun dan bila suhu disekitarnya turun harga hambatannya naik. Panas di sini yang dimaksudkan adalah panas yang disebabkan oleh ber tambahnya arus yang mengalir pada hambatan. Dengan sifat yang dimiliki nya, NTC dapat berfungsi sebagai pelindung komponen elektronika dalam rangkaian.
LDR, singkatan dari Light Depending Resistor. LDR ini mempunya harga hambatan yang dipengaruhi oleh cahaya (sinan) disekitarnya. Pada saat cahaya kuat (siang hari) harga hem batan besar, dan pada saat tidal ada cahaya (malam hari) harga hambatannya rendah. LDR ini biasa dipakai untuk sakiar otomatik pada lampu jalan dan lampu taman
VDR., singkatan dari Voltage Depending Resistor. VDR ini mempi nyai harga hambatan tergantung dari tegangan yang terjadi padanya Pada seat tegangan yang diberikan besar, maka harga hambatnnya kecil, dan pada saat tegangan turun harga hambatannya naik juga. Fungs VDR ini sama dengan NTC, hanya penyebab perubahan harga hambatannya yang berbeda.
Trimpot, singkatan dari timmer potensiometer. Trimpot ini berfung si untuk merubah hambatan yang jumlahnya kecil.
Potensiometer, adalah hambatan variabel yang dapat mengubah harga hambatan untuk jumlah yang besar.

tambah mantap aja nih si bos yang satu ini..... maju terus bos.....

cendolnya dah tak kirim bos :beer::beer::beer:

red_one
30th May 2009, 23:43
CARA MENGUKUR DIODA
Untuk menentukan baik atau rusaknya suatu dioda, dapat digunakan ohmmeter. Berhubung dioda hanya dapat menghantar arus searah saja, maka pada waktu pengukuran alat tersebut dengan ohmmeter, pointer ohmmeter hanya dapat digerakkan jika + terminal testpen dihubungan ke kaki katoda dioda, sedangkan — com terminal testpen dihubungkan ke kaki anoda dioda. Jika arah kedua testpen yakni ± terminal dan — com terminal dipertukarkan posisinya dengan hubungan sebagai berikut:
+ Terminal testpen dihubungkan ke kaki anoda dan — corn terminal testpen dihubungkan ke kaki katoda dioda, maka pointer ohmmeter tidak boleh bengerak. Hasil pengukuran tersebut menunjukkan bahwa dioda dalam keadaan baik karena hanya mengalir searah saja. Jika setelah diukur dengan ohmmeter dengan cana testpen, ohmmeter saling dipertukarkan arahnva dan dihubungkan ke kaki dioda yang sedang diukur menunjukkan:
Ukuran tertentu (pointer menunjukkan ohm tertentu), maka keadaan demikian menunjukkan bahwa dioda tersebut sudah rusak karena hubungan singkat.
Seterusnya jika pada saat pengukuran, pointer ohmmeter tidak menunjukkan ohm sama sekali ‘(pointer tidak bergerak sama sekali), maka keadaan demikian menunjukkan bahwa dioda sudah rusak karena putus.

red_one
31st May 2009, 00:54
MENGUKUR/MENGUJI KONDENSATOR ELEKTROLIT
Untuk menemukan baik atau rusaknya kondensator elektrolit digunakan Ohmmeter.Simbol dari kondensator elektrolit adalah :


Pengujian kondensator elektrolit dengan Ohmmeter sebaiknya dilepaskan dari rangkian pesawat. Untuk kondensator elektrolit basah dari radio tabung, listrik yang yang tersimpan di dalam kondensator tersebut harus dibuang lebih dahulu sehingga tak merusak Ohmmeter yang digunakan untuk mengujinya. Cara membuang sis tenaga listrik tersebut yaitu dengan mengadakan hubung singkat antara kaki kondensator. Setelah sisa listrik itu dibuang dari kondensator elektrolit, maka selanjutnya kita dapat menggunakan Ohmmeter untuk mengujinya.

Demikian juga sebelum mengukur kondensator elektrolit kering, sisa listrik yang tersimpan didalamnya dibuang terlebih dahulu. Sesudah itu baru diukur dengan Ohmmeter. Jika kondensator elektrolit yang hendak diukur dengan Ohmmeter belum pernah digunakan, tak perlu membuang sisa listrik pada kondensator tersebut. Jadi dapat langsung mengujinya dengan Ohmmeter.

Sifat kondensator elektrolit yang baik pada waktu diuji dengan Ohmmeter akan memberi keterangan sebagai berikut :

Mula-mula kondensator hanya menunjukkan Ohm tertentu, sesudah itu jarum penunjuk Ohmmeter turun secara cepat ke arah kiri hingga minimum seperti kedua ujung testpen Ohmmeter tak terjadi hubung singkat. Waktu yang dibutuhkan jarum penunjuk Ohmmeter turun ke bawah minimum kurang dari satu detik. Testpen Ohmmeter yang dipergunakan untuk menguji kondensator elektrolit harus dipertukarkan oleh si penguji.

Agar lebih jelas cara menguji kondensator elektrolit, perhatikan gambar di bawah :

Pada gambar di atas batas ukur Ohmmeter yang dipergunakan adalah 2.000 Ohm hingga 2 Megaohm, range selectror switch diputar ke X 1K. Pada saat kondensator elektrolit itu diuji (dites dengan testpen Ohmmeter), jarum penunjuk Ohmmeter menunjukkan Ohm tertentu misalnya 10 Ohm. dan kemudian turun secara cepat ke arah kiri Ohmmeter(minimum). Setelah itu jarum penunjuk Ohmmeter dipertukarkan arahnya dan dites pada kaki kondensator elektrolit yang sama. Hasil pengujian tersebut harus sama dengan hasil pengujian pertama kali. Keadaan demikian menunjukkan kondensator elektrolit dalam keadaan baik.

Seandainya kondensator elektrolit yang diukur dengan testpen Ohmmeter ternyata menunjukkan harga ukuran tertentu (Ohmmeter tertentu), jarum penunjuk Ohmmeter tak mau turun kembali kearah kiri Ohmmeter lagi. Jadi jarum penunjuk Ohmmeter tetap menunjukkan harga Ohm tertentu. Keadaan demikian menunjukkan bahwa kondensator elektrolit tersebut sudah rusak dan telah berubah fungsi menjadi tahanan. Kondensator elektrolit yang demikian sudah tentu tak dapat dipergunakan lagi maka harus diganti dengan yang baik (baru).

Dan seandainya pada saat menguji kondensator elektrolit, jarum penunjuk Ohmmeter hanya sebentar menunjukkan harga Ohm tertentu, kemudian turun ke arah kiri Ohmmeter dan tidak mencapai harga minimum, keadaan yang demikian menunjukkan bahwa kondensator elektrolit tersebut kurang baik mutunya. Agar pesawat yang direparasi berjalan dengan normal kembali sebaiknya kondensator tersebut diganti dengan yang baik.

Demikian cara pengujian baik atau rusknya kondensator elektrolit pasa saat reparasi pesawat radio, amplifier atau pesawat lainnya.

Berikut ini adalah tabel pengujian kondensator elektrolit dengan Ohmmeter :

Sedangkan untuk mengukur kondensator 47 uf sampai dengan 4.700 uf, range selector switch X 10 dengan batas ukur 2 Ohm sampai dengan 20 KiloOhm, hasil pengujian yng ditunjukkan harus sama dengan keterangan pada tabel. Sedangkan untuk mengukur kondensator tetap di bawah 1 uf harus digunakan Ohmmeter dengan kapasitas ukuran 20 megaOhm sampai dengan 50 megaOhm.

Kondensator tetap di bawah 1 uf yang biasanya diberi simbol :

misalnya kondensator keramik, polisester, mika, MKM, dan milar.
Cara pengujian baik atau rusaknya kondensator tersebut dengan Ohmmeter sama dengan cara pengujian kondensator elektrolit. Untuk menguji kondensator tersebut range selector switch harus diputar ke batas ukur X 10 kiloOhm (2 KiloOhm sampai dengan 20 megaOhm) atau di atas harga 20 megaOhm. Hasil pengujian mula-mula jarum penunjuk Ohmmeter menunjukkan harga tertentu, kemudian turun secara cepat ke arah kiri Ohmmeter (lamanya gerakan jarum penunjuk Ohmmeter kurang lebih satu atau beberapa detik).

Agar hasil tes dengan Ohmmeter lebih meyakinkan, dapat mengujinya kembali dengan Kapasitansi

meter (alat tes khusus untuk kondensator tetap).
Kondensator
06 desember 2008
VARIABEL CONDENSATOR (VARCO)
Demikian juga cara pengukuran Varco yang berkotak plastik sama dengan pengukuran kondensator variabel biasa lainnya, yaitu dengan Ohmmeter. Antara kaki varco b dan kaki varco c tidak boleh terjadi hubung singkat (jarum ohmmeter tidak boleh bergerak). Demikian juga dengan tespen + dipindahkan ke kaki varco a tak menunjukkan hubung singkat. Pada waktu dites dengan Ohmmeter, rotor varco diputar perlahan-lahan dari arah minimum ke arah maksimum dan sebaliknya. Jika pada waktu dites ternyata pointer (jarum Ohmmeter) tak bergerak berarti Varco itu dalam keadaan baik (tak terjadi hubung singkat). Tetapi sebaliknya jika pada waktu dites ternyata jarum Ohmmeter bergerak dan menunjukkan harga tertentu maka Varco tersebut rusak karena terjadi hubungan singkat. Demikian juga dengan pengukuran kondensator trimmer dengan cara yang sama.

gompis_naboo
31st May 2009, 00:58
anda memang betul2 hebat dan mantab boz............
Thx atas shaaring ilmunya...........

red_one
31st May 2009, 01:10
MENGUKUR KONDENSATOR VARIABEL
Konstruksi kondensator variabel sudah ditetapkan, bahwa antara pelat-pelat rotor dan pelat-pelat satator tidak boleh terjadi hubung singkat pada saat rotor diputar perlahan-lahan dari harga minimum ke harga maksimum atau sebaliknya. Dengan demikian cara pengukuran dengan Ohmmeter terbatas pada hubung singkat atau tidaknya. Jika rotor diputar perlahan-lahan pada saat diuji dengan Ohmmeter, dan ternyata pointer bergerak maka pada kondensator variabel tersebut terjadi hubung singkat. Terjadinya hubung singkat ini disebabkan pelat rotor bersentuhan dengan pelat stator pada kondensator variabel tersebut. Hubung singankat ini harus ditiadakan, yaitu dengan membetulkan pelat-pelat rotor yang bersentuhan dengan pelat-pelat stator pada kondensator variabel.
Jika pelat-pelat rotor dan pelat-pelat stator pada kondensator variabel sudah diperbaiki dan antara pelat-pelat tersebut tidak terjadi hubungan singkat lagi pada waktu di tes dengan Ohmmeter, maka kondensator variabel tersebut sudah baik (dalam keadaan normal).




DIELEKTRIKUM
Mengenai konstanta dielektrikum (badan isolasi yang memisahkan pelat-pelat kondensator), yang disingkat

Daftar bahan Isolasi dielektrikum :
Akuades --> 80
Bakelit --> 2,5
Ebonit --> 3
Fiber --> 4-5
Gelas --> 3-7
Udara --> 1
Kertas Minyak --> 5
Kertas Biasa --> 2,5
Kertas Parafin --> 3
Kertas Keras --> 2-3
Kondensa --> 40-80
Kerafar --> 80
Mika --> 5-7
Mikalex --> 6-8
Marmer --> 7-9
Porselin --> 5
Shellac --> 3-4
Steatite --> 6

Dengan bantuan daftar konstanta dielektrikum, kita dapat mempermudah pemakaian rumus perhitungan kapasitas kondensator yaitu :

Saat ini ukuran cm sudah tak dipergunakan lagi, sebagai gantinya dipergunakan ukuran pf (pikofarad) dan uF (mikrofarad=mfd), serta nf (nanofarad). Sedangkan ukuran F (farad) tak pernah dipakai karena terlalu besar. Adapun persamaan ukuran tersebut sebagai berikut :

1 cm = 1 / 900.000 mfd

Sedangkan :
1mfd = 1.000 nf
1 nf = 1.000 pf dan 1 farad = 1.000.000 mfd

Diketahui :
( 1 nf = 1.000 pf) dibagi 1.000

Jadi 1 pf = 0,9 cm, untuk mendapat 1 cm persamaan ini dibagi dengan 0,9

0,9/0,9 cm = 1/0,9 pf
1 cm = 10/9 x 1 pf
Jadi 1 cm = 10/9 pf

Berhubung ukuran kapasitas kondensator yang memakai cm tidak dipergunakan lagi maka rumusnya :

Berdasarkan perhitungan di di atas rumus tersebut dapat diubah menjadi :

Rumus ini berlaku hanya untuk kondensator yang berpelat dua.

Diposkan oleh Doanco di 17:03 0 komentar Link ke posting ini
Label: Elektronika-Kondensator
KODE ANGKA KONDENSATOR
Kapasitas kondensator dan daya tahannya terhadap suatu tegangan biasanya dicantumkan pada kondensator tersebut dengan ukuran uF atau pf. Untuk kondensator yang memakai uf biasanya dicantumkan uf-nya pada badan kondensator tersebut, sedangkan kondensator yang tidak tercantum kata uf di badan kondensator tersebut biasa ukuran kondensator memakai ukuran pf. Untuk kondensator yang memakai pf, angka pertama dan angka kedua dari sebelah kiri menyatakan besarnya bilangan, angka ketiga menyatakan banyaknya nol yang dapat dihubungkan dengan angka pertama dan angka kedua yang sudah membentuk bilangan.
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut :

Keterangan :
Angka pertama dan angka kedua menyatakan bilangan 10, angka ketiga bernilai 1 menyatakan bahwa banyak nol hanya 1 buah, Jadi kondensator tsb berukuran 100 pf.
Angka pertama dan angka kedua menyatakan bilangan 68, angka ketiga tidak ada, Jadi kondensator keramik berukuran 68 pf.
Angka pertama dan angka kedua menyatakan bilangan 20, angka ketiga bernilai 3, Jadi kondensator keramik berukuran 20.000 pf.
Merupakan kondensator keramik yang memakai ukuran uf = 0,o1 uf.
Angka pertama dan angka kedua pada kondensator milar menyatakan bilangan 47, angka ketiga bernilai 3 menyatakan banyaknya nol ada tiga buah. Jadi kondensator milar berukuran 47.000 pf.


Diposkan oleh Doanco di 16:57 0 komentar Link ke posting ini
Label: Elektronika-Kondensator
02 desember 2008
KONDENSATOR VARIABEL
Kondensator variabel adalah kondensator yang kapasitasnya (kemampuan dalam menyimpan tenaga listrik dapat diubah-ubah). Kondensator variabel ada yang dielektrikumnya dengan udara dan ada juga yang dielektrikumnya dengan mika.
Kondensator variabel dan Varco diberi simbol
sedang kondensator Trimer diberi simbol
Berikut ini adalah kondensator variabel. Untuk sebelah kiri kondensator variabel terbuat dari bahan tembaga atau pelat aluminium dengan badan dielektrikum udara. Sedangkan sebelah kanan adalah kondensator variabel (varco) yang terbuat dari bahan lembaran tipis tembaga atau alumnium dan dielektrikum dengan mika seperti kertas plastik dan dibungkus dengan kotak plastik.

Kedua jenis kondensator di atas dapat dipakai untuk radio transistor.



KONDENSATOR TETAP
Kondensator tetap umumnya mempunyai dielktrikum mika, kertas parafin dan keramik seperti kondensa dan kerafar. Kondensator tetap merupakan kondensator yang mempunyai kapasitas tetap dalam menyimpan elektron (tenaga listrik), misalnya kondensator mika, kondensator keramik, kondensator milar, kondensator MKM dan kondensator elektrolit. Kondensator tetap seperti kondensator mika, kondensator kertas, kondensator keramik , kondensator milar, kondensator MKM dan kondensator polyster diberi simbol :
Sedangkan kondensator elektrolit diberi simbol
Bentuk-bentuk kondensator diperlihatkan gambar di bawah ini :

Diposkan oleh Doanco di 17:16 0 komentar Link ke posting ini
Label: Elektronika-Kondensator
21 november 2008
KONDENSATOR (KAPASITOR)
Kondensator adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan memuat (menyimpan) elektron2 atau tenaga listrik selama waktu yang tidak tertentu. Kemampuan untuk menyimpan tenaga listrik pada kondensator disebut kapasitas (kapasiteit) kondensator. Penyimpanan tenaga listrik oleh kondensator tidak disertai proses kimia. Berbeda dengan akumulator yang dipakai di mobil yang juga menyimpan tenaga listrik tetapi mengalami proses kimia.
Tiap2 kondensator mempunyai daya tampung elektron dan daya tahan terhadap tegangan tertentu. Daya tahan ini perlu diperhatikan betul2 pada waktu praktek. Pemberian tegangan (volt) melebihi batas tegangan yang ditetapkan akan mengakibatkan kondensator itu meledak, kondensator yang dapat meledak biasanya kondensator elektrolit yang disingkat ELCO.
Cara pemasangan elco ini harus diperhatikan, kaki kondensator yang berkutub positip harus dipasang bersambung dengan kutub positip dari power supply (sumber tenaga), begitu juga kaki kondensator yang berkutub negatip harus dihubungkan ke kutub negatip dari sumber tenaga. jika terjadi kesalahan pemasangan, kondensator itu dapat rusak dan mungkin juga meledak.
Kondensator adalah alat yang sangat penting dan sangat banyak digunakan di dalam teknik radio, amplifier, televisi, adaptor, dan pesawat elektronika lainnya. Kondensdator sedikitnya terdiri dari dua pelat logam yang berhadapan satu sama lain dan dipisahkan olehg bahan isolasi yang disebut dielektrikum. adapun pelat logam pada kondensator dapat dilukiskan sebagai berikut.



Kedua pelat kondensator (pelat A dan pelat B) dihubungkan ke dinamo. Suatu ketika kondensator itu sudah terisi penuh tenaga listrik. Setelah kondensator itu terisi penuh dengan tenaga listrik, lalu dilepaskan dari dinamo. Kemungkinan kaki pelat A dan kaki pelat B dari kondensator disambung secara hubung singkat, maka timbullah loncatan bunga apiu ketika terjadi hubungan singkat tersebut. Kejadian ini membuktikan bahwa kondensator dapat menyimpan listrik. Tentu saja kondensator yang dicoba harus berkapasitas besar misalnya elco 2200 uF/50V atau 4700uF/50V.